Avengers Infinity War: Buah perencanaan Marvel Studios selama 10 tahun

Avengers Infinity War adalah film superhero terkeren dan teramai sepanjang sejarah bioskop Hollywood. Saking kerennya, para fans (termasuk orang tua dan anak-anak) memenuhi gerai-gerai bioskop, dan bahkan sampai menonton berulang kali (termasuk penulis sendiri).

Kenapa sih film Avengers Infinity War bisa sedemikian memikat? Film superhero kan pada dasarnya kisah pertempuran antara pihak kebaikan dan pihak kejahatan. Sebagai contoh: di film Batman, Bruce Wayne memulai mengenakan topeng melawan polisi korup dan penjahat-penjahat yang mengancam kotanya tercinta. Di Superman, sang manusia baja melindungi planet Bumi tercintanya dari serangan musuh. Spider-Man sendiri adalah seorang remaja menjadi pahlawan karena pamannya dibunuh akibat ke-cuek-annya sendiri. Film-film X-Men mengisahkan sekelompok orang tertindas karena memiliki anomali genetika yang memberikan mereka kekuatan super.

Semenariknya tokoh-tokoh super tersebut, hanya pihak Marvel Studios berhasil menyatukan para pahlawan dari franchise komik Marvel untuk bersatu padu melawan musuh yang terlalu kuat untuk dilawan seorang pahlawan sendirian.

Avengers Assemble!

Sebelumnya, tokoh-tokoh super mereka sempat dijual ke perusahaan film lain: Tokoh-tokoh X-Men seperti Wolverine, Cyclops, Professor X dan Magneto dilisensikan ke 20th Century Fox. Hasilnya: franchise film X-Men yang menghasilkan hampir 5 milliar dollar bagi 20th Century Fox.

Lalu pada tahun 2002, Sony Corporation merilis film Spider-Man dengan bintang Tobey MacGuire, dilanjuti dengan dua sekuel yang meraup 2,5 milliar dollar bagi Sony. Lalu bagaimana dengan Marvel Comics sendiri? Ya, mereka turut meraup keuntungan dari lisensi serta peningkatan penjualan para tokoh super yang berkaitan… tapi tetap lisensi atau ijin menggunakan karakter-karakter tertentu dalam media film sudah dimiliki oleh pihak lain.

Semuanya berubah tahun 2008. Benih-benih Avengers mulai tertanam ketika perusahaan penerbit komik raksasa tersebut mulai merilis film-film atas nama studio mereka sendiri. Proyek pertama mereka adalah film Iron Man dengan Robert Downey Jr. sebagai pemeran Tony Stark. Sesuai dugaan, film tersebut sukses.

Salah satu kunci keberhasilan adalah adanya antisipasi untuk film-film lanjutannya dengan muncul adegan end credits yang kemudian menjadi ciri khas film-film Marvel. Di akhir end credits film Iron Man ada adegan pendek berdurasi beberapa menit yang memperkenalkan tokoh misterius bernama Nick Fury, pemimpin dari S.H.I.E.L.D. dan pencetus Avengers Initiative.

Selang beberapa bulan setelah Iron Man, dirilislah film The Incredible Hulk yang didistribusikan oleh Universal Studios. Walau film Hulk garapan sutradara Ang Lee baru tayang 5 tahun sebelumnya, film Incredible Hulk ini jelas memiliki para aktor yang berbeda dengan kontinuiti cerita berbeda dari film Hulk sebelumnya. Menariknya, di film baru ini ada yang sebut-sebut soal program supersoldier tentara Amerika (program sama yang menciptakan tokoh Captain America) dan adegan cameo oleh Robert Downey Jr sebagai Tony Stark yang muncul hanya beberapa detik saja. Benih-benih crossover mulai tertanam. Antisipasi penonton untuk sebuah film tentang para Avengers makin meningkat.

Dengan suksesnya benih crossover tsb, selanjutnya keluar film-film Iron Man 2, Thor, Captain America: First Avenger dan The Avengers sebagai puncak keberhasilan Tahap Pertama dari Marvel Cinematic Universe (MCU).

Dengan munculnya istilah para pahlawan Bumi yang paling kuat, kelompol Avengers merubah suasana dunia fiktif MCU. Dengan serangan alien yang dimotori Loki (yang dibantu Thanos yang memasokkan serdadu alien Chitauri), Bumi terancam dan para pahlawan bersatu dan menyelamatkan Bumi.

Lalu dampaknya, penduduk Bumi kini tahu aliens eksis, dan manusia tidak sendirian lagi dalam alam semesta.

Phase Two: Tahap Kedua MCU

Phase Two MCU diawali dengan film Iron Man 3 yang menangani isu post-traumatic stress disorder yang dialami Tony Stark sendiri. Selain isu psikologis tokoh utama, film tsb juga memperkenalkan tokoh teroris The Mandarin yang hasilnya mengecewakan sejumlah penggemar Marvel: di dalam komik dan serial kartun Iron Man, sang Mandarin adalah musuh terbesarnya Iron Man yang diperlengkapi 10 cincin ajaib; di filmnya sang Mandarin hanyalah aktor tua yang disewa menjadi figur teroris jadi-jadian oleh tokoh antagonis yang menyimpan kepahitan terhadap Stark.

Di luar media bioskop, ABC Television Studios (yang juga merupakan bagian dari perusahaan Disney) menayangkan serial Marvel’s Agents of S.H.I.E.L.D. yang secara kronologis berkejadian tidak lama setelah film Avengers dan Iron Man 3.

Lalu keluar film Winter Soldier yang merubah status quo dunia MCU.

Puncak Phase Two adalah film The Avengers: Age of Ultron yang dianggap banyak penggemar sbg film superhero biasa-biasa saja: ada cerita, ada penjahat banyak, ada tokoh yang mati, ada banyak ledakan dan kematian; dan pada dasarnya tidak berdampak sehebat film Avengers pertama. Paling adegan yang paling berkesan ketika si Hulk jotos-jotosan dengan Iron Man versi Hulkbuster. Pada akhir film tsb, ada bbrp plot hole dan unsur cerita yang tidak tuntas, namun ini mengarah kepada Thanos, sang musuh besar.

Tahap Ketiga

Advertisements

One thought on “Avengers Infinity War: Buah perencanaan Marvel Studios selama 10 tahun

  1. Pengamatan yang sangat detail di dunia Marvel. Penulis tampak sudah puluhan tahun mengikuti perkembangan dunia Marvel. Dengan bahasa yang lugas dan storyline simple, artikel ini tidak hanya menarik bagi pencinta Marvel yang ingin tahu seluk beluknya secara mendalam, namun juga para antusias mengenai perkembangan dunia sci-fi dan sekitarnya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s